Disaat musibah besar melanda Kabupaten Pasaman Barat, suasana duka menyelimuti hampir seluruh penjuru daerah. Hujan deras yang tak kunjung henti memicu banjir besar, membuat ribuan warga terpaksa mengungsi dengan pakaian seadanya. Tangis anak-anak, keluhan orang tua, serta tatapan kosong mereka yang kehilangan rumah dan harta benda menjadi pemandangan yang memilukan. Masyarakat hidup dalam kepanikan dan rasa tidak berdaya, menunggu bantuan, berharap ada uluran tangan dari siapapun.
Dalam kondisi seperti ini, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Pasaman Barat turut hadir di tengah-tengah masyarakat yang terkena dampak dari bencana tersebut, mulai dari saat terjadi bencana sampai dengan Pasca Bencana, tiada henti-hentinya berjibaku dengan masyarakat dan para relawan yang ada,mulai dari evakuasi warga, pendirian posko Bencana, pendirian Dapur Umum hingga ke pendataan korban yang terdampak hingga pencarian korban yang masih belum ditemukan, walaupun pada dasarnya keluarga mereka juga terkena dampak dari bencana, mereka tidak hiraukan itu walaupun ditengah hujan deras dan bencana banjir dan longsor yang masih mengintai, Prinsip TPP saat itu menyelamatkan keluarga dan warga menjadi prioritas utama.
TPP akan selalu menjadi garda terdepan yang pertamakali hadir ditengah-tengah warga Desa/Nagari baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah.
![]() |
| Sumber : TPP Kabupaten Pasaman Barat |




